• Selasa, 17 Mei 2022

Sekilas Potret Jembatan Kota Intan, Tempat Bersejarah dan Benda Cagar Budaya Indonesia

- Senin, 22 November 2021 | 15:02 WIB
Jembatan Kota Intan (Foto: PortalRepublik/Yadi Suryadi)
Jembatan Kota Intan (Foto: PortalRepublik/Yadi Suryadi)

PORTAL REPUBLIK - Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat memiliki beberapa tempat bersejarah sehingga sering dikunjungi para wisatawan lokal maupun mancanegara sebagai destinasi wisata, salah satunya cungkup Jembatan tertua di Indonesia

Jembatan pertama di Indonesia ini telah berganti nama beberapa kali mulai dari Engelse Burg. Nama ini identik disebut Jembatan Inggris karena pada saat jembatan itu dibangun terdapat kubu pasukan Inggris di sebelah Timur jembatan tersebut.

Jembatan terua di Indonesia ini adalah Jembatan Kota Intan yang dibangun pada tahun 1628 oleh pemerintah Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Jembatan tersebut juga merupakan jembatan jungkit (ophaalbrug/drawbridge) satu-satunya yang tersisa di Indonesia.

Jembatan jungkit ini terdiri atas dua bagian yang sama terletak di seberang sungai yang saling berhadapan, lantai jembatan yang terbuat dari kayu dan dihubungkan dengan kabel besi pada zaman VOC

Berganti menjadi Hoenderpasarburg tahun 1630 disebut Jembatan Pasar Ayam karena di seberang jembatan tersebut terdapat pasar ayam,bagi penduduk Batavia.

Het Middelpunt Burg (Jembatan Pusat) tahun 1655 hingga Jembatan Ratu Juliana. Barulah setelah kemerdekaan Indonesia, namanya menjadi Jembatan Kota Intan, sesuai dengan lokasinya yang berada di ujung Kastil Batavia Bastiin Diamond (Intan). Bentuk dan gaya arsitekturnya tidak berubah.

Pada jaman Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), jembatan ini disebut “ophaalbrug”. Hingga awal abad ke-20 perahu-perahu masih dapat berlabuh di tepi Kalibesar, sehingga lantai jembatan ditarik ke atas. Jembatan ini merupakan jembatan jungkit pertama di Batavia.

Selama kurun waktu abad ke 17 dan 18, VOC telah membangun beberapa jembatan serupa di Batavia, namun jembatan-jembatan itu sudah tidak ada lagi, satu-satunya yang tersisa hanyalah Jembatan Kota Intan. Tahun 1655 jembatan ini diperbaiki setelah jembatan yang lama yang terbuat dari kayu hancur pada waktu banjir.

Pada tahun 1937, jembatan ini di pugar oleh Oudheids kundige Dienst (Dinas Purbakala). Bentuk dan gayanya tidak berubah hanya namanya berubah menjadi Ophaalbrug Juliana.

Halaman:

Editor: Ilham N. Karim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bayi Sulit Tidur, Perhatikan Beberapa Hal berikut

Jumat, 4 Februari 2022 | 19:59 WIB

Menari Baik untuk Kesehatan? Begini Penjelasannya

Jumat, 4 Februari 2022 | 19:54 WIB

Rasakan Beragam Manfaat Lari Pagi Berikut ini

Kamis, 3 Februari 2022 | 09:05 WIB

Terpopuler

X