• Jumat, 21 Januari 2022

Krisis Negara Swasta

- Rabu, 8 September 2021 | 14:55 WIB
(Foto : PortalRepublik/Facebook @ Yudhie Haryono)
(Foto : PortalRepublik/Facebook @ Yudhie Haryono)

Oleh: Prof. M. Yudhie Haryono, Ph.D*

Pelan dan pasti kini yang terjadi adalah "negara swasta." Dan, itulah "cucu haram" hasil persetubuhan akut dari tiga serangkai: fundamentalisme pasar (neoliberalis), terorisme agama (neofundamentalis) dan fasisme ekonometrika (neotribalis).

Soal segitiga tiga serangkai ini sudah lama oleh Bung Karno prediksi. Kini hanya kulminasinya saat kita tak mengerti operasi dari tiga agensi tersebut.

Apa itu swastanisasi negara? Mari kupas pelan-pelan. Swastanisasi negara adalah pengalihan dan pengendalian pemerintahan yang sebelumnya dikuasai dan dikendalikan oleh semua warganegara menjadi dikuasai dan dimiliki oleh segelintir warga (asing, aseng dan asong).

Bagaimana itu terjadi? Melalui ternak kapitalisme lanjut (kleptokrasi, oligarki, predatorik dan kartelik). Apa operasinya? Dengan membuat manusia tidak menyadari kemanusiaannya. Manusia yang tunduk pada simbol, angka dan kontestasi.

Singkatnya warga negara yang mengabsenkan konstitusi, merabuni diri dari sejarah kejuangan sambil menternak road map impor yang tak peduli problem dasar kewargaan.

Dus, adalah kapitalisme lanjut yang membuat manusia harus bekerja lebih dari yang diperlukan. Kapitalisme lanjut ketakutan akan kesadaran manusia yang dieksploitasinya.

Dan, cara terbaik membuai manusia agar tak sadar adalah meninabobokan mereka di negara swasta.

Di negara swasta, ada beberapa ciri yang terus terjadi. Pertama, pemerintah mencitrakan kerakyatan, menihilkan dentuman. Kedua, pemerintah gagal menemukan solusi, berhasil menguasai kursi.

Ketiga, pemerintah berhasil menumpuk hutang, gagal meredam berang. Keempat, pemerintah surplus cacian, minus gagasan.

Halaman:

Editor: Gahara Kumala

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Seni Musik, Ide, dan Renungan

Jumat, 29 Oktober 2021 | 13:47 WIB

Warganegara Unggul

Selasa, 14 September 2021 | 07:35 WIB

Kidung Kitab Kesentosaan

Senin, 13 September 2021 | 07:59 WIB

Agensi Neoliberalisme

Kamis, 9 September 2021 | 07:44 WIB

Krisis Negara Swasta

Rabu, 8 September 2021 | 14:55 WIB

Namanya Neoliberalisme

Senin, 6 September 2021 | 14:44 WIB

Indeks Kebahagiaan

Jumat, 3 September 2021 | 10:35 WIB

Mendaulatkan IDE

Rabu, 1 September 2021 | 09:01 WIB

Absennya Borjuasi Nasional

Senin, 30 Agustus 2021 | 14:04 WIB

Kepentingan Nasional

Jumat, 27 Agustus 2021 | 09:43 WIB

Daulat Kesehatan

Kamis, 26 Agustus 2021 | 11:25 WIB

Argumen Desa Berdaulat

Rabu, 25 Agustus 2021 | 11:21 WIB

HARGA SEBUAH BANGSA

Jumat, 20 Agustus 2021 | 09:53 WIB

KEDAULATAN SOSIAL

Kamis, 19 Agustus 2021 | 16:32 WIB

DELUSI EKONOMETRIKA

Rabu, 18 Agustus 2021 | 15:20 WIB

KEMERDEKAAN kita Merdeka yang Bagaimana?

Senin, 16 Agustus 2021 | 20:33 WIB
X