• Sabtu, 2 Juli 2022

Sudah Saatnya Pemerintah Imunisasi UMKM

- Senin, 4 April 2022 | 22:50 WIB
Eric Hermawan, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Staf Pengajar STIAMI Jakarta
Eric Hermawan, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Staf Pengajar STIAMI Jakarta

PORTAL REPUBLIK - Pilar pertumbuhan ekonomi di negeri ini tidak bisa ditolak juga berasal dari peran sektor Usaha Mikro, Kecil, dan, Menengah (UMKM). Keunikan perekonomian UMKM tampil sebagai katup bagi generasi muda untuk berkecimpung dalam dunia usaha.

Selain keberagaman usaha kalangan muda, menurut riset Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB) menunjukkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) cenderung lebih tahan terhadap guncangan. Bahkan, UMKM Indonesia memiliki sumbangsih tidak sedikit.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lebih dari 65 juta UMKM menyumbang sekitar 60 persen dari produk domestik bruto. Setara Rp8.500 triliun pada 2020, UMKM juga menyerap tenaga kerja hingga 97 persen dari daya serap dunia usaha pada 2020.

Terdapat tantangan berat bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya. Minimnya informasi kelayakan UMKM dan proyek yang akan dibiayai sehingga porsi kredit perbankan untuk UMKM masih di bawah 20 persen dari total kredit. Bahkan, Kementerian Koperasi dan UMKM tidak menolak juga ada kesenjangan pada pembiayaan UMKM sebesar Rp1.500 triliun.

Seharusnya fenomena ini tidak terjadi, jika melihat alokasi dana kredit usaha rakyat (KUR) yang pada akhir 2021 mencapai Rp210 triliun dan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk tahun 2020 dan 2021 dianggarkan sebesar Rp45 triliun untuk 24 juta lebih UMKM.

Bisa dikatakan posisi UMKM sangat strategis, UMKM dapat mengurai sebaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada negara berkembang. UMKM juga menciptakan 50 persen lapangan kerja secara global tujuh dari 10 lapangan kerja diserap oleh UMKM.

Selama pandemi menjadi masa pukulan berat bagi UMKM. Mereka juga dihadapkan oleh trend konsumsi prodak impor secara daring yang tumbuh pesat di negeri ini. Dunia pariwisata berjalan pelan untuk bangkit, sebagiah hasil karya usaha UMKM tidak menemukan waktu dan kesempatan yang baik untuk membuka kembali toko mereka. Padahal sebagian besar UMKM bergerak di bidang fesyen, kerajinan, dan kuliner yang biasanya dijual pada wasatawan.

Sebelumnya langkah pemerintah sudah sedemikian baik dengan turun tangan langsung melalui pemberian dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sangat besar yakni sebesar Rp112,4 triliun tahun 2020 lalu.

Program restrukturisasi kredit untuk debitor UMKM yang terdampak Covid-19 sebesar Rp335 triliun juga dinikmati 4,6 juta UMKM di 2020 lalu. Langkah itu juga diikutkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan memberikan relaksasi restrukturisasi kredit perbankan hingga Maret 2023 mendatang.

Halaman:

Editor: Muhammad Afditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anak nakal atau kreatif ?, Yuk kita cari tau...

Rabu, 22 Juni 2022 | 21:00 WIB
X