• Senin, 29 November 2021

Peranan Soft Skill Sangat Penting dan Dibutuhkan di Dunia Kerja Industri

- Selasa, 23 November 2021 | 19:55 WIB
Webinar Peran Strategis Industri dalam Pembangunan SDM Vokasi (PortalRepublik/tangkaplayar/YouTube Direktorat Jenderal PendidikanVokasi)
Webinar Peran Strategis Industri dalam Pembangunan SDM Vokasi (PortalRepublik/tangkaplayar/YouTube Direktorat Jenderal PendidikanVokasi)

PORTALREPUBLIK - Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi menggelar webinar tentang ‘Peran Strategis Industri dalam Pembangunan SDM Vokasi’ pada Selasa, 23 November 2021.

Pada tahun 2020 dalam perhitungan akan ada 97 Juta lapangan pekerjaan yang baru dan modelnya baru secara global skin.

Untuk membangun sumber daya manusia (SDM) ada 4 M, yang pertama membangun dari kita proses merekrut sampai tahap akhir kedua membeli, dari sebagian prosesnya itu, yang ketiga ada minjam, merupakan strategi artinya sebagian dari proses itu akan di pindahkan atau di pinjam. Dan yang terakhir ada menjembatani.

Baca Juga: Cari Info Loker? Berikut Adalah Alamat Cari Loker yang bisa Kalian Kunjungi

“Bagi lulusan SMA/SMK kalau bisa bekerja ya bekerja, kalau tidak bisa bekerja harus melanjutkan studi atau pendidikan,” ucap Soeprayitnon selaku Direktur Perencanaan dan Pelayanan Pusat Studi Apindo dalam Webinar Road to DUDI Award 2021.

Ketika lulus punya kompetensinya tetapi tidak punya etos kerja makannya soft skill dan etos kerja sangat satu keterkaitan. Dalam menerapkan soft skill dan etos kerja tidak akan terpisah.

Untuk di butuhkan di dunia industri ada soft skill, etos kerja dan karakter attitude, karena tumbuh berkembang sepanjang masa.

Baca Juga: PT TPI Manufacturing Indonesia Buka Lowongan Kerja Lulusan SMK dan SMA Sederajat, Simak Kualifikasi Lengkapnya

Di kesempatan yang sama Wikan Sakarinto selaku Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek menjelaskan di dalam praktek pelajaran semester seperti mengerjakan projek, tapi bukan suatu projek beneran.

“Vokasi, smk atau apapun itu, mereka selalu bilang peraktek sudah 60 persen dan teori 40 persen,dalam praktek pelajaran semester seperti mengerjakan projek, tapi bukan suatu projek,” ungkap wikan

Halaman:

Editor: Muhammad Afditya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X