• Selasa, 17 Mei 2022

Epidemilog: Penerapan PPKM Level 3 Tak Berbasis Data dan Hambat Produktivitas Ekonomi Masyarakat

- Senin, 22 November 2021 | 13:22 WIB
Ilustrasi PPKM (Foto: PortalRepublik/Piknikdong)
Ilustrasi PPKM (Foto: PortalRepublik/Piknikdong)

PORTAL REPUBLIK - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah akan menerapkan PPKM Level 3 se-Indonesia. Hal itu guna menekan mobilitas masyarakat. Kebijakan PPKM Level 3 akan diberlakukan mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Merespon program demikian, Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengatakan pemerintah seharusnya menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level berdasarkan evaluasi data masing-masing daerah, jangan dipukul rata.

"Jadi semua harus berbasis data. Kalau misalnya 3 tapi datanya itu menunjukkan 1, kan harus ada justifikasi kenapa dan ini bicarakan kemauan pemerintah, kan nggak begitu. Harus ada justifikasi dan kompensasi," kata Dicky saat dihubungi Bisnis, Senin, 22 November 2021 dikutip dari Bisnis.com.

Ia menilai, selain tak berbasis data, dan justru akan menghambat produktivitas perekonomian warga di daerah.

“Masyarakat kan ada ekspektasi nih, supaya di daerahnya bisa mengadakan acara bisnisnya dalam koridor yang aman. Tapi tiba-tiba ada level 3. Ini akan menjadi masalah pada kepercayaan misalnya. Ini nggak bagus. Kontraproduktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan setiap kebijakan harus ada mitigasi risikonya. Menurutnya, perlu ada kompensasi agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Dicky menyebut pembatasan mobilitas memang akan memiliki dampak dalam mencegah penularan Covid-19. Namun, dampaknya signifikan atau tidak akan bergantung pada konsistensi yang mendasar yakni testing, tracing, treatment (3T) hingga vaksinasi Covid-19.

"Jadi bukan hanya membuat orang itu diam, nggak begitu. Tapi kembali ke esensinya itu di 3T-nya, di penguatan menemukan kasus, mendeteksi kasus, termasuk melakukan testing, tracking, dan isolasinya. Sains itu mengerjakannya begitu," kata Dicky.

Dia menilai hingga kini 3T (testingtracing, dan treatment) di Tanah Air masih kurang, bahkan cenderung melemah usai kasus Covid-19 melandai dalam sebulan terakhir. Menurutnya, jika 3T hingga vaksinasi tak kembali ditingkatkan, maka penerapan PPKM level berapa pun nantinya tak begitu berpengaruh.

Halaman:

Editor: Ilham N. Karim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sudah Saatnya Pemerintah Imunisasi UMKM

Senin, 4 April 2022 | 22:50 WIB

Terpopuler

X