• Selasa, 17 Mei 2022

Polisi Pengancam Korban Pemerkosaan di Riau Resmi Dimutasi

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 14:05 WIB
Sexual Abuse (Foto; POrtalRepublik/Psycology Today)
Sexual Abuse (Foto; POrtalRepublik/Psycology Today)

PORTAL REPUBLIK - Kepolisian Daerah Riau menghukum dua anggota kepolisan yang melakukan ancaman terhadap korban pemerkosaan, Kanit Reskrim Polsek Tambusai Utara Bripka JL dan penyidik pembantu Bripda JS. Mereka dimutasi ke Biddokes Polda Riau.

Pemutasian dua oknum polisi itu bersamaan dengan mutasi 14 perwira Polri di sejumlah wilayah hukum Polda Riau dimuat dalam Surat Telegram Kapolda Riau Nomor: ST/16661/XII/KEP/2021 ditandatangani Kapolda Riau melalui Karo SDM, Kombes Pol, Joko Setiono tertanggal 10 Desember 2021.

Berbeda dengan 14 perwira yang dimutasi untuk kepentingan organisasi dan karir, keduanya dimutasi justru dalam rangka riksa (pemeriksaan).

"Ya benar, ada mutasi alih tugas sejumlah personel, mutasi itu hal biasa untuk kepentingan organisasi dan juga karier personel," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Po. Sunarto, Jumat.

Seperti diketahui, dua oknum penyidik Kepolisian Sektor (Sektor) Tambusai Utara, Rokan Hulu, Riau diperiksa Bidang Profesi dan Pengamaman (Bid Propam) Kepolisian Daerah (Polda) Riau atas dugaan intimidasi dan pengancaman korban perkosaan. Keduanya telah menjalani pemeriksaan sejak Rabu, 9 Desember kemarin.

Bid Propam telah menangani pelanggaran profesi oleh kedua anggota Polsek Tambusai Utara atas perkataan yang tidak pantas disampaikan kepada korban.

Dugaan pengancaman bahkan sempat direkam oleh korban. Rekaman video berdurasi dua menit tiga puluh detik tidak merekam jelas wajah kedua polisi, namun percakapan bernada tinggi disertai kalimat ancaman terdengar cukup jelas.

"Kalian sudah dibantu begini balasan kau sama kami. lain kali kau kalau ada masalah jangan kekantor lagi ya," ucap pria diduga polisi.

"Keterangan palsu kalian, aku mikirkan kau-nya, terlantar kalian, anak mu gimana. Kau punya anak kan, terlantar nanti kan. Ya itu udah ditolong ini lo. Saya masih punya hati nurani kalau ndak masuk klian. Kau yang ditolong, kalian yang ditolong," dia melanjutkan.

"Kalau ndak kau bawa itu besok jangan salahkan aku. Ku tunggu jam lapan lewat jam sepuluh selesai kau. Kalian kubuat tersangkanya," ujar pria diduga polisi.

Suami korban mengaku heran dengan sikap polisi yang terus mengancam korban dan keluarganya.

Halaman:

Editor: Ilham N. Karim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X